<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-766998613085216260</id><updated>2012-02-16T16:14:38.889-08:00</updated><category term='Pelajaran Majelis Dzikir'/><category term='Pemikiran'/><category term='Tentang Majelis Dzikir'/><category term='Tentang Ayahanda Chalid Bermawie'/><title type='text'>MAJELIS DZIKIR Ayahanda Chalid Bermawie</title><subtitle type='html'>Tanpa kejernihan dalam kehidupan bagaimana manusia bisa berdamai dengan kematian ?</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://dzikrdzikr.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/766998613085216260/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dzikrdzikr.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Hamdan Arfani</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_oJ-TYEMxhvM/Sk2s7hhd06I/AAAAAAAAAHY/mWHQC9dZIXg/S220/batara.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>8</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-766998613085216260.post-8372842744705781825</id><published>2010-09-20T22:32:00.000-07:00</published><updated>2010-09-20T22:32:11.578-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pemikiran'/><title type='text'>Inti Shalat : Berprasangka Baik Kepada Allah</title><content type='html'>Secara syar’i, shalat adalah gerakan ibadat yang diawali takbir dan diakhiri salam. Gerakan ibadat shalat adalah berdiri, ruku, sujud, dan duduk. Apabila mencermati gerakan-gerakan shalat, maka secara psikis, gerakan yang dirasa paling dekat kepada Allah SWT adalah posisi sujud. Pada saat sujud itulah seorang hamba mempersembahkan cinta, takut, takjub, serta penyerahan jiwa dan raga kepada Allah Rabbul'alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang menarik, pada saat sujud shalat tersebut, kalimat yang diucapkan seorang hamba bukanlah permohonan ampun, bukan Allahu Akbar (Allah Maha Besar), dan lain-lain, melainkan kalimat tasbih Subhana Rabb… yang artinya Maha Suci Allah …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah misteri di balik kalimat tasbih ? Ada seorang alim memberitahukan Penulis bahwa apabila kita mengucapkan kalimat yang berasal dari ayat-ayat Qur’an secara berulang-ulang dan penuh konsentrasi, maka si pelaku akan mendapatkan kesan hati yang berupa pemahaman sehubungan dengan apa yang diucapkan secara berulang tersebut, walaupun pada awalnya si pembaca tidak mengetahui makna harfiahnya. Wallahualam, sampai akhirnya Penulis membuktikan sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka pada suatu hari Penulis mengucapkan kalimat tasbih secara berulang-ulang dengan penuh konsentrasi. Penulis ingin merasakan kesan hati dari pengucapan tasbih tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah sekian lama hingga berhari-hari, Penulis akhirnya merasakan kesan dari pengucapan tasbih, yakni kesan rasa kepasrahan, kepatuhan, dan penyerahan total kepada Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun sebelum munculnya kesan-kesan tersebut, Penulis telah lebih dulu merasakan tumbuhnya rasa berprasangka baik kepada Allah SWT. Penulis merasakan kesan hati bahwa kalimat tasbih Subhana Rabb… yang artinya Maha Suci Tuhan…, berarti mensucikan Allah dari segala prasangka buruk kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tasbih berarti mengingatkan kita bahwa apapun yang terjadi—yang membahagiakan ataupun yang menyedihkan—adalah yang terbaik untuk kita semua, bahwa Allah adalah Dzat yang Maha Bijaksana, bahwa Allah adalah Sang Maha Pengasih dan Maha Penyayang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, tasbih adalah mempercayakan apapun hanya kepada Allah SWT. Jika sujud adalah gerakan inti dari shalat, maka inti dari shalat adalah berprasangka baik kepada Allah SWT. Hanyalah penyerahan total yang didasari prasangka baik, yang menjadi wujud sejati penyembahan seorang hamba kepada Tuhannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika wudhu adalah pembersihan, maka shalat adalah pelekatan. Dan hanyalah dengan penyerahan total, seorang hamba dapat 'mendekat-lekat' kepada Tuhannya, Allah Rabb al Alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : http://hamdanarfani.blogspot.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/766998613085216260-8372842744705781825?l=dzikrdzikr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dzikrdzikr.blogspot.com/feeds/8372842744705781825/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dzikrdzikr.blogspot.com/2010/09/inti-shalat-berprasangka-baik-kepada.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/766998613085216260/posts/default/8372842744705781825'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/766998613085216260/posts/default/8372842744705781825'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dzikrdzikr.blogspot.com/2010/09/inti-shalat-berprasangka-baik-kepada.html' title='Inti Shalat : Berprasangka Baik Kepada Allah'/><author><name>Hamdan Arfani</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_oJ-TYEMxhvM/Sk2s7hhd06I/AAAAAAAAAHY/mWHQC9dZIXg/S220/batara.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-766998613085216260.post-2091707377852569640</id><published>2010-07-06T14:34:00.000-07:00</published><updated>2010-07-06T14:45:18.417-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pemikiran'/><title type='text'>DI MANAKAH TUJUH LANGIT ITU</title><content type='html'>penulis :&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;T. Djamaluddin&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Staf Peneliti Bidang Matahari dan Lingkungan Antariksa, LAPAN, Bandung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya (Nabi Muhammad SAW) pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya, agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (Q.S. Al-Isra' : 1).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan sesungguhnya dia (Nabi Muhammad SAW) telah melihat Jibril itu (dalam rupanya yang asli) pada waktu yang lain, di Sidratul Muntaha. Di dekat (Sidratul Muntaha) ada syurga tempat tinggal. (Dia melihat Jibril) ketika Sidratul Muntaha diliputi oleh suatu selubung. Penglihatannya tidak berpaling dari yang dilihatnya itu dan tidak (pula) melampauinya. Sesungguhnya dia telah melihat sebahagian tanda-tanda (kekuasaan) Tuhannya yang paling besar. (Q.S. An-Najm:13-18). &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat-ayat itu mengisahkan tentang peristiwa Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW. Isra' adalah perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram di Mekkah ke Masjidil Aqsha di Palestina. Mi'raj adalah perjalanan dari masjidil Aqsha ke Sidratul Muntaha. Sidratul muntaha secara harfiah berarti 'tumbuhan sidrah yang tak terlampaui', suatu perlambang batas yang tak ada manusia atau makhluk lainnya bisa mengetahui lebih jauh lagi. Hanya Allah yang tahu hal-hal yang lebih jauh dari batas itu. Sedikit sekali penjelasan dalam Al-Qur'an dan hadits yang menerangkan apa, di mana, dan bagaimana sidratul muntaha itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam kisah yang agak lebih rinci di dalam hadits disebutkan bahwa Sidratul Muntaha dilihat oleh Nabi setelah mencapai langit ke tujuh. Dari kisah itu orang mungkin bertanya- tanya di manakah langit ke tujuh itu. Mungkin sekali ada yang mengira langit di atas itu berlapis-lapis sapai tujuh dan Sidratul Muntaha ada di lapisan teratas. Benarkah itu? Tulisan ini mencoba membahasnya berdasarkan perkembangan ilmu pengetahuan saat ini.&lt;br /&gt;Sekilas Kisah Isra' Mi'raj&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam beberapa hadits sahih disebutkan bahwa Nabi Muhammad SAW melakukan isra' dan mi'raj dengan menggunakan "buraq". Di dalam hadits hanya disebutkan bahwa buraq adalah 'binatang' berwarna putih yang langkahnya sejauh pandangan mata. Ini menunjukkan bahwa "kendaraan" yang membawa Nabi SAW dan Malaikat Jibril mempunyai kecepatan tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah buraq sesungguhnya? Tidak ada penjelasan yang lebih rinci. Cerita israiliyat yang menyatakan bahwa buraq itu seperti kuda bersayap berwajah wanita sama sekali tidak ada dasarnya. Sayangnya, gambaran ini sampai sekarang masih diikuti oleh sebagian masyarakat, teruatam di desa-desa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan buraq itu Nabi melakukan isra' dari Masjidil Haram di Mekkah ke Masjidil Aqsha (Baitul Maqdis) di Palestina. Setelah melakukan salat dua rakaat dan meminum susu yang ditawarkan Malaikat Jibril Nabi melanjutkan perjalanan mi'raj ke Sidratul Muntaha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi SAW dalam perjalanan mi'raj mula-mula memasuki langit dunia. Di sana dijumpainya Nabi Adam yang dikanannya berjejer para ruh ahli surga dan di kirinya para ruh ahli neraka. Perjalanan diteruskan ke langit ke dua sampai ke tujuh. Di langit ke dua dijumpainya Nabi Isa dan Nabi Yahya. Di langit ke tiga ada Nabi Yusuf. Nabi Idris dijumpai di langit ke empat. Lalu Nabi SAW bertemu dengan Nabi Harun di langit ke lima, Nabi Musa di langit ke enam, dan Nabi Ibrahim di langit ke tujuh. Di langit ke tujuh dilihatnya baitul Ma'mur, tempat 70.000 malaikat salat tiap harinya, setiap malaikat hanya sekali memasukinya dan tak akan pernah masuk lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan dilanjutkan ke Sidratul Muntaha. Dari Sidratul Muntaha didengarnya kalam-kalam ('pena'). Dari sidratul muntaha dilihatnya pula empat sungai, dua sungai non-fisik (bathin) di surga, dua sungai fisik (dhahir) di dunia: sungai Efrat di Iraq dan sungai Nil di Mesir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jibril juga mengajak Nabi melihat surga yang indah. Inilah yang dijelaskan pula dalam Al-Qur'an surat An-Najm. Di Sidratul Muntaha itu pula Nabi melihat wujud Jibril yang sebenarnya. Puncak dari perjalanan itu adalah diterimanya perintah salat wajib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulanya diwajibkan salat lima puluh kali sehari-semalam. Atas saran Nabi Musa, Nabi SAW meminta keringan dan diberinya pengurangan sepuluh-sepuluh setiap meminta. Akhirnya diwajibkan lima kali sehari semalam. Nabi enggan meminta keringanan lagi, "Saya telah meminta keringan kepada Tuhanku, kini saya rela dan menyerah." Maka Allah berfirman, "Itulah fardlu-Ku dan Aku telah meringankannya atas hamba-Ku."&lt;br /&gt;Di manakah Tujuh Langit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsep tujuh lapis langit sering disalahartikan. Tidak jarang orang membayangkan langit berlapis-lapis dan berjumlah tujuh. Kisah isra' mi'raj dan sebutan "sab'ah samawat" (tujuh langit) di dalam Al-Qur'an sering dijadikan alasan untuk mendukung pendapat adanya tujuh lapis langit itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada tiga hal yang perlu dikaji dalam masalah ini. Dari segi sejarah, segi makna "tujuh langit", dan hakikat langit dalam kisah Isra' mi'raj.&lt;br /&gt;Sejarah Tujuh Langit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari segi sejarah, orang-orang dahulu --jauh sebelum Al- Qur'an diturunkan-- memang berpendapat adanya tujuh lapis langit. Ini berkaitan dengan pengetahuan mereka bahwa ada tujuh benda langit utama yang jaraknya berbeda-beda. Kesimpulan ini berdasarkan pengamatan mereka atas gerakan benda-benda langit. Benda-benda langit yang lebih cepat geraknya di langit dianggap lebih dekat jaraknya. Lalu ada gambaran seolah-olah benda-benda langit itu berada pada lapisan langit yang berbeda-beda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di langit pertama ada bulan, benda langit yang bergerak tercepat sehingga disimpulkan sebagai yang paling dekat. Langit ke dua ditempati Merkurius (bintang Utarid). Venus (bintang kejora) berada di langit ke tiga. Sedangkan matahari ada di langit ke empat. Di langit ke lima ada Mars (bintang Marikh). Di langit ke enam ada Jupiter (bintang Musytari). Langit ke tujuh ditempati Saturnus (bintang Siarah/Zuhal). Itu keyakinan lama yang menganggap bumi sebagai pusat alam semesta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang dahulu juga percaya bahwa ke tujuh benda-benda langit itu mempengaruhi kehidupan di bumi. Pengaruhnya bergantian dari jam ke jam dengan urutan mulai dari yang terjauh, Saturnus, sampai yang terdekat, bulan. Karena itu hari pertama itu disebut Saturday (hari Saturnus) dalam bahasa Inggris atau Doyoubi (hari Saturnus/Dosei) dalam bahasa Jepang. Dalam bahasa Indonesia Saturday adalah Sabtu. Ternyata, kalau kita menghitung hari mundur sampai tahun 1 Masehi, tanggal 1 Januari tahun 1 memang jatuh pada hari Sabtu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari-hari yang lain dipengaruhi oleh benda-benda langit yang lain. Secara berurutan hari-hari itu menjadi Hari Matahari (Sunday, Ahad), Hari Bulan (Monday, Senin), Hari Mars (Selasa), Hari Merkurius (Rabu), Hari Jupiter (Kamis), dan Hari Venus (Jum'at). Itulah asal mula satu pekan menjadi tujuh hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumlah tujuh hari itu diambil juga oleh orang-orang Arab. Dalam bahasa Arab nama-nama hari disebut berdasarkan urutan: satu, dua, tiga, ..., sampai tujuh, yakni ahad, itsnaan, tsalatsah, arba'ah, khamsah, sittah, dan sab'ah. Bahasa Indonesia mengikuti penamaan Arab ini sehingga menjadi Ahad, Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jum'at, dan Sabtu. Hari ke enam disebut secara khusus, Jum'at, karena itulah penamaan yang diberikan Allah di dalam Al-Qur'an yang menunjukkan adanya kewajiban salat Jum'at berjamaah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penamaan Minggu berasal dari bahasa Portugis Dominggo yang berarti hari Tuhan. Ini berdasarkan kepercayaan Kristen bahwa pada hari itu Yesus bangkit. Tetapi orang Islam tidak mempercayai hal itu, karenanya lebih menyukai pemakaian "Ahad" daripada "Minggu".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Makna Tujuh Langit&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langit (samaa' atau samawat) di dalam Al-Qur'an berarti segala yang ada di atas kita, yang berarti pula angkasa luar, yang berisi galaksi, bintang, planet, batuan, debu dan gas yang bertebaran. Dan lapisan-lapisan yang melukiskan tempat kedudukan benda-benda langit sama sekali tidak ada. Sedangkan warna biru bukanlah warna langit sesungguhnya. Warna biru dihasilkan dari hamburan cahaya biru dari matahari oleh atmosfer bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam Al-Qur'an ungkapan 'tujuh' atau 'tujuh puluh' sering mengacu pada jumlah yang tak terhitung. Misalnya, di dalam Q.S. Al-Baqarah:261 Allah menjanjikan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Siapa yang menafkahkan hartanya di jalan Allah ibarat menanam sebiji benih yang menumbuhkan TUJUH tangkai yang masing-masingnya berbuah seratus butir. Allah MELIPATGANDAKAN pahala orang-orang yang dikehendakinya.... &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Juga di dalam Q.S. Luqman:27:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Jika seandainya semua pohon di bumi dijadikan sebagai pena dan lautan menjadi tintanya dan ditambahkan TUJUH lautan lagi, maka tak akan habis Kalimat Allah....&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi 'tujuh langit' semestinya difahami pula sebagai tatanan benda-benda langit yang tak terhitung banyaknya, bukan sebagai lapisan-lapisan langit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Tujuh langit pada Mi'raj&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah Isra' Mi'raj sejak lama telah minimbulkan perdebatan soal tanggal pastinya dan apakah Nabi melakukannya dengan jasad dan ruhnya atau ruhnya saja. Demikian juga dengan hakikat langit. Muhammad Al Banna dari Mesir menyatakan bahwa beberapa ahli tafsir berpendapat Sidratul Muntaha itu adalah Bintang Syi'ra. Tetapi sebagian lainnya, seperti Muhammad Rasyid Ridha dari Mesir, berpendapat bahwa tujuh langit dalam kisah isra' mi'raj adalah langit ghaib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kisah mi'raj itu peristiwa lahiriyah bercampur dengan peristiwa ghaib. Misalnya pertemuan dengan ruh para Nabi, melihat dua sungai di surga dan dua sungai di bumi, serta melihat Baitur Makmur, tempat ibadah para malaikat. Jadi, nampaknya pengertian langit dalam kisah mi'raj itu memang bukan langit lahiriyah yang berisi bintang-bintang, tetapi langit ghaib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rajab, 1415&lt;br /&gt;T.Djamaluddin&lt;br /&gt;(T. Djamaluddin adalah peneliti bidang matahari &amp; lingkungan antariksa, Lapan, Bandung). Sumber : Media.Isnet.org&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/766998613085216260-2091707377852569640?l=dzikrdzikr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dzikrdzikr.blogspot.com/feeds/2091707377852569640/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dzikrdzikr.blogspot.com/2010/07/di-manakah-tujuh-langit-itu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/766998613085216260/posts/default/2091707377852569640'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/766998613085216260/posts/default/2091707377852569640'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dzikrdzikr.blogspot.com/2010/07/di-manakah-tujuh-langit-itu.html' title='DI MANAKAH TUJUH LANGIT ITU'/><author><name>Hamdan Arfani</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_oJ-TYEMxhvM/Sk2s7hhd06I/AAAAAAAAAHY/mWHQC9dZIXg/S220/batara.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-766998613085216260.post-6749972931664688556</id><published>2009-07-12T21:30:00.000-07:00</published><updated>2009-08-02T21:26:13.074-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pelajaran Majelis Dzikir'/><title type='text'>Makna Isra Mi'raj dan Amal Shaleh</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Isra Mi'raj adalah sebuah peristiwa kontroversial yang pernah dialami oleh Rasulullah Muhammad SAW.  Secara bahasa Isra Mi'raj memiliki arti &lt;span style="font-style: italic;"&gt;perjalanan diwaktu malam dari masjid al Haram  di Makkah ke  masjid al Aqsa di Palestina&lt;/span&gt; dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;naik ke langit&lt;/span&gt;.   Kata &lt;span style="font-style: italic;"&gt;malam&lt;/span&gt; memiliki makna metafota &lt;span style="font-style: italic;"&gt;suasana duka&lt;/span&gt; dan memang demikianlah suasana hati Rasulullah waktu itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembahasan tentang kronologi Isra Mi'raj telah banyak disampaikan baik secara langsung oleh para penceramah, maupun melalui buku oleh para penulis.  Namun, makna sesungguhnya Isra Mi'raj sendiri tenyata masih jarang dibahas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telah diceritakan bahwa dalam perjalanan Isra Mi'raj tersebut Rasulullah mengendarai semacam hewan yang bernama &lt;span style="font-style: italic;"&gt;buraq&lt;/span&gt;.  Cerita tentang hewan buraq tidak tertera dalam Qur'an, cerita hewan tersebut hanyalah sebuah ungkapan untuk bisa dimengerti oleh manusia pada zaman itu (abad 8 masehi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Buraq&lt;/span&gt; yang berarti &lt;span style="font-style: italic;"&gt;kilat&lt;/span&gt; dapat dijelaskan dengan lebih baik  di zaman modern sekarang ini setelah ilmu fisika  mencapai kemajuan yang sangat pesat.  Ilmu fisika modern menyepakati bahwa gerakan materi tercepat di jagad raya ini adalah pergerakan cahaya yakni 300.000  km per detik.  Dengan demikian jelaslah bahwa &lt;span style="font-style: italic;"&gt;buraq&lt;/span&gt; yang dimaksudkan Rasulullah pada abad ke-8 itu adalah sebuah fasilitas  transportasi yang mampu bergerak dengan kecepatan yang sangat tinggi, setara dengan kecepatan cahaya jika mengacu pada pemahaman orang modern saat ini.  Saya tulis &lt;span style="font-style: italic;"&gt;setara &lt;/span&gt;tidak berarti kecepatannya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;sedikit kurang &lt;/span&gt;dari kecepatan cahaya, namun bisa saja justru melampaui kecepatan itu !   Karena dalam Qur'an disebutkan pula bahwa satu hari di langit setara dengan 50.000 tahun di bumi, dan malaikat Jibril membutuhkan waktu lebih dari satu hari untuk mencapai suatu tempat, tempat dimana Jibril biasa laporan kepada Allah SWT !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Makna Isra Mi'raj&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inti kisah Isra Mi'raj Rasulullah Muhammad SAW adalah perjumpaan dengan Allah SWT.  Bagaimana perjumpaan secara langsung tersebut tidak dapat terkatakan oleh Rasulullah.   Juga pertanyaan apakah Rasulullah melakukan Isra Mi'raj secara biologis utuh atau hanya secara spiritual, itupun menjadi tidak penting karena ilmu pengetahuan sekarang  memaklumi bahwa energi dan dimensi dapat berubah-ubah (meskipun belum tentu bisa dibuktikan secara empiris) !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi, inti Isra Mi'raj adalah perjumpaan seorang hamba dengan Tuhannya.  Yang penting untuk disampaikan disini adalah firman Allah yang mengatakan bahwa tidak mungkin seorang hamba dapat berjumpa dengan Allah jika tidak memenuhi dua persyaratan.  Dua persyaratan itu adalah tidak menyekutukan Allah dengan apapun atau siapapun, termasuk dengan ego hamba itu sendiri.  Kedua, melakukan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;amal shaleh.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pengertian Amal Shaleh&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara gampang amal shaleh diartikan sebagai &lt;span style="font-style: italic;"&gt;segala perbuatan baik&lt;/span&gt;.  Namun sesungguhnya pengertian amal shaleh tidak sekedar perbuatan baik, namun p&lt;span style="font-style: italic;"&gt;erbuatan baik yang disertai keikhlasan&lt;/span&gt; (memaklumi dengan tanpa pamrih).   Seorang anak yang ahli ibadah, yang ayahnya   adalah  penista, belum bisa  disebut anak shaleh atau melakukan amal shaleh apabila ia membenci ayahnya atau kesal dengan perbuatan ayahnya.  Ia baru bisa disebut anak shaleh atau beramal shaleh apabila ia tidak pernah bosan mendoakan ayahnya, dan berdakwah kepada ayahnya itu dengan penuh kasih sayang.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tambahan (Tentang Pemahaman Kalimat Tauhid dan Thoyyibah)&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam rangkaian tentang &lt;i&gt;isra' mi'raj &lt;/i&gt;sangat jelas kalimat &lt;span style="font-style: italic;"&gt;laa ilaaha illa Allah&lt;/span&gt; itu memuat dua pengertian yang mendasar sebagai &lt;i&gt;kalimat Tauhid &lt;/i&gt;dan &lt;i&gt;kalimat Thoyyibah. &lt;/i&gt;Yang satu menjelaskan tentang ke-maha esa an Allah,&lt;i&gt;  tidak ada ghair-ghair yang lain kecuali Allah, &lt;/i&gt;sedangkan kalimat Thoyyibah membawa kita kepada pengertian dasar untuk senantiasa berbuat baik&lt;span style="font-style: italic;"&gt; (Kalim, kalam atau ucapan thoyyibah = baik/bagus).   &lt;/span&gt;&lt;i&gt;Pada suatu hari nanti mulut ini terkunci, tangan dan kaki yang berbicara tentang apa2 yang dilakukan/diperbuat (&lt;/i&gt;Yaa siin : 65).   Inilah pengertian tentang kalimat: &lt;i&gt;Hidup- nya memakai kalimat Thoyyibah.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/766998613085216260-6749972931664688556?l=dzikrdzikr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dzikrdzikr.blogspot.com/feeds/6749972931664688556/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dzikrdzikr.blogspot.com/2009/07/makna-isra-miraj.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/766998613085216260/posts/default/6749972931664688556'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/766998613085216260/posts/default/6749972931664688556'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dzikrdzikr.blogspot.com/2009/07/makna-isra-miraj.html' title='Makna Isra Mi&apos;raj dan Amal Shaleh'/><author><name>Hamdan Arfani</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_oJ-TYEMxhvM/Sk2s7hhd06I/AAAAAAAAAHY/mWHQC9dZIXg/S220/batara.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-766998613085216260.post-8584328577772211566</id><published>2009-06-09T23:31:00.000-07:00</published><updated>2009-07-23T19:49:04.749-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pelajaran Majelis Dzikir'/><title type='text'>Tawajjuh</title><content type='html'>Tawajjuh berarti meninggalkan pikiran-pikiran kecuali kepada Allah.  Kegiatan tawajjuh biasanya dilakukan dengan cara :&lt;br /&gt;1. Terus  menyebut ismu Dzat dalam kalbu.&lt;br /&gt;2. Memejamkan mata.&lt;br /&gt;3. Menahan nafas sekuatnya dan diulang terus menerus.&lt;br /&gt;4. Berupaya meninggalkan pikiran-pikiran kecuali kepada Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kegiatan menutup mata dan menahan nafas dapat dimisalkan seolah-olah pelaku mematikan aktivitas jasmaniah dan membangun aktivitas batiniah, karena perjalanan spiritual tidak akan tertembus melalui panca indrawi (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;apabila rasionalisme mencapai puncak eksistensi dalam pencarian kebenaran, maka puncak eksistensi itu hanyalah awal dari perjalanan baru spiritual ... demikianlah rasionalisme tidak mampu menggapai perjalanan tahap lanjut menuju Allah, karena perjalanan tahap lanjut itu bukan berjalan, bukan juga berlari selayaknya aktivitas  jasmani, melainkan terbang seperti layaknya perjalanan spiritual pada umumnya&lt;/span&gt;).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Saat bertawajjuh&lt;/span&gt;, pada awalnya, dalam pandangan mata terpejam, pelakon akan melihat berbagai hal, misalnya padang rumput yang luas, laut yang luas, cahaya, tulisan 'Allah', dan lain-lain.  Semua penglihatan tersebut adalah penglihatan yang masih baur (belum terfokus).  Pada tahap tertentu, dimana pikiran berhasil difokuskan, maka yang nampak adalah 'sesuatu yang bermakna' (tidak bisa diceritakan karena bersifat rahasia dan khas).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/766998613085216260-8584328577772211566?l=dzikrdzikr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dzikrdzikr.blogspot.com/feeds/8584328577772211566/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dzikrdzikr.blogspot.com/2009/06/tawajjuh.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/766998613085216260/posts/default/8584328577772211566'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/766998613085216260/posts/default/8584328577772211566'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dzikrdzikr.blogspot.com/2009/06/tawajjuh.html' title='Tawajjuh'/><author><name>Hamdan Arfani</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_oJ-TYEMxhvM/Sk2s7hhd06I/AAAAAAAAAHY/mWHQC9dZIXg/S220/batara.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-766998613085216260.post-8456757165346239676</id><published>2009-06-09T22:52:00.000-07:00</published><updated>2009-07-23T19:50:30.414-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pelajaran Majelis Dzikir'/><title type='text'>6 Metode Tarekat Majelis Dzikir</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setiap tarekat pasti memiliki metode dalam mencapai tujuannya.  Secara umum, tujuan setiap  tarekat adalah pencapaian taraf &lt;span style="font-style: italic;"&gt;fanaul fanailallah&lt;/span&gt; (tenggelam dalam Allah) bagi individu yang melakoninya.  Pada tarekat Majelis Dzikir binaan Ayahanda Chalid Bermawie (kita sebut saja : &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tarekat Majelis Dzikir Barmawiyyah&lt;/span&gt;), dikenal enam kegiatan yang menjadi metode ajarannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Enam metode tarekat tersebut adalah&lt;br /&gt;1. Mengamalkan kalimat &lt;span style="font-style: italic;"&gt;laa illaha illallah&lt;/span&gt; secara lisan dengan bilangan tertentu.&lt;br /&gt;2. Mengucap ismu Dzat dalam kalbu.&lt;br /&gt;3. Tawajjuh.&lt;br /&gt;4. Harkat.&lt;br /&gt;5. Dorob.&lt;br /&gt;6. Kalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai metode, enam kegiatan di atas tidak selalu bersifat rukun.  Artinya, apabila mencapai tahapan lebih lanjut tidak berarti tahapan terdahulu ditinggalkan (tidak diamalkan lagi).  T&lt;span style="font-style: italic;"&gt;arekat Majelis Dzikir Barmawiyyah&lt;/span&gt; menganjurkan mengamalkan enam kegiatan ini dengan menyesuaikan terhadap situasi dan kondisi pelakon, mana yang paling mungkin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski pengamalan kegiatan-kegiatan (yang menjadi metode) tarekat ini tidak mesti runut, namun pada situasi ideal, urutan di atas biasanya benar-benar dipraktikkan, karena sesungguhnya urutan enam kegiatan metode itu adalah tahapan/ tingkatan batin para pelaku (sufi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai tingkatan batin, maka kami sampaikan taraf berikutnya (yang ke-7 dan 8), yakni&lt;br /&gt;1. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Khawastul khawas ilallah, dan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;2. Fanaul fana ilallah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/766998613085216260-8456757165346239676?l=dzikrdzikr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dzikrdzikr.blogspot.com/feeds/8456757165346239676/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dzikrdzikr.blogspot.com/2009/06/6-metode-tarekat-majelis-dzikir.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/766998613085216260/posts/default/8456757165346239676'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/766998613085216260/posts/default/8456757165346239676'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dzikrdzikr.blogspot.com/2009/06/6-metode-tarekat-majelis-dzikir.html' title='6 Metode Tarekat Majelis Dzikir'/><author><name>Hamdan Arfani</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_oJ-TYEMxhvM/Sk2s7hhd06I/AAAAAAAAAHY/mWHQC9dZIXg/S220/batara.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-766998613085216260.post-2119918320645226226</id><published>2009-05-16T09:41:00.000-07:00</published><updated>2009-05-16T09:56:53.120-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tentang Majelis Dzikir'/><title type='text'>Silsilah Ilmu Majelis Dzikir</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Ajaran tarekat Majelis Dzikir jika dirunut akan sampai kepada Rasulullah Muhammad Saw.  Namun untuk mempersingkat, telah sampai kepada Penulis bahwa salah satu moyang guru adalah seorang syaikh Mekkah asal Indonesia yang bernama Syekh Ahmad Khatib Sambas.  Ajaran tarekat Syaikh Ahmad Khatib Sambas merupakan perpaduan antara tarekat Qadiriah (yang diajarkan oleh Syekh Abdul Qadir Jilani) dan tarekat Naqsyabandi (yang diajarkan oleh Syekh Bukhari Naqsyabandi).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Diantara murid-murid Syekh Ahmad Khatib Sambas di Mekkah, adalah seorang Indonesia bernama Syekh Tolha Tolabuddin yang masih keturunan Sunan Gunung Jati dari Cirebon.  Syekh Tolha memiliki banyak murid, diantaranya adalah Mama Zeni (yang makamnya ada di sebelah makam Syekh Tolha di Gunung Jati) dan Syekh Abdul Mu'in (Ki Abdul Mu'in).   &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Guru Ayahanda, Imam Aspuri, belajar tarekat kepada kedua mualim tersebut.  Kebetulan, salah satunya tinggal di Ciasem, Subang, yang merupakan kampung halaman Imam Aspuri.  &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/766998613085216260-2119918320645226226?l=dzikrdzikr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dzikrdzikr.blogspot.com/feeds/2119918320645226226/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dzikrdzikr.blogspot.com/2009/05/silsilah-ilmu-majelis-dzikir.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/766998613085216260/posts/default/2119918320645226226'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/766998613085216260/posts/default/2119918320645226226'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dzikrdzikr.blogspot.com/2009/05/silsilah-ilmu-majelis-dzikir.html' title='Silsilah Ilmu Majelis Dzikir'/><author><name>Hamdan Arfani</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_oJ-TYEMxhvM/Sk2s7hhd06I/AAAAAAAAAHY/mWHQC9dZIXg/S220/batara.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-766998613085216260.post-4892461878505414670</id><published>2009-05-08T21:13:00.000-07:00</published><updated>2009-06-07T06:47:23.918-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tentang Ayahanda Chalid Bermawie'/><title type='text'>Para Guru dari Ayahanda Chalid Bermawie</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_oJ-TYEMxhvM/Sg7oqnWbKYI/AAAAAAAAACo/fCje02Ice4k/s1600-h/r001-003.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5336458427295803778" style="margin: 0px 0px 10px 10px; float: right; width: 142px; height: 200px;" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_oJ-TYEMxhvM/Sg7oqnWbKYI/AAAAAAAAACo/fCje02Ice4k/s200/r001-003.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; GURU TERAKHIR&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Adalah guru Imam Aspuri, Ayahanda Chalid Bermawie paling lama belajar tarekat, yakni sejak tahun 1980-an hingga sang guru wafat sekitar tahun 2005. Pertemuan pertama Ayahanda dengan guru Imam Aspuri adalah di kediaman keluarga Abdul Hamid Bermawie di Jalan Kepu Timur (terletak antara Jalan Kepu Dalam IV dan Kepu Dalam V). Hingga saat ini, Imam Aspuri-lah guru terakhir tempat Ayahanda menimba ilmu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;PARA GURU SEBELUMNYA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti kebanyakan orang Betawi waktu itu, Ayahanda sudah belajar Qur'an sejak usia amat belia. Bukan cuma belajar membaca, namun juga mengkajinya. Kebetulan sekali, pada zaman Ayahanda masih muda, di daerah tempat Ayahanda dibesarkan, yakni Kemayoran, adalah gudangnya para alim ulama. Beberapa nama alim ulama yang biasa didatangi Ayahanda adalah mualim Sa'idan di Kemayoran, mualim Jaeni di Gang Ketapang, Kemayoran, mualim Syafi'e Hadzami di Kemayoran, dan Kyai Tubagus Zaenuddin di Balaraja, Banten. Selain itu, ayahanda juga belajar tentang muamalah kepada sang ayah (kakek penulis), Haji Abdul Manaf Bermawie dan tentang 'rasa' dan 'budi' kepada Raden Anang Daryan Jayadikusumah di Tasikmalaya (kakek penulis; ayah dari Ibunda).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada mualim Syafi'e Hadzami, Ayahanda cukup lama belajar. Ayahanda pernah hingga beberapa waktu menjadi pendamping dan pembawa tas mualim (hal ini dapat menggambarkan intensitas pertemuan beliau berdua). Pada saat kakek Penulis (Haji Abdul Manaf Bermawie) wafat, mualim Syafi'e Hadzami menyempatkan datang dan meng-imami shalat jenazah waktu itu (konon, nama depan Penulis pun adalah pemberian sang mualim; pemberian nama itu pada sebuah pengajian di Gang Kadiman, dimana Ayahanda membawa diri Penulis yang masih bayi).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/766998613085216260-4892461878505414670?l=dzikrdzikr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dzikrdzikr.blogspot.com/feeds/4892461878505414670/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dzikrdzikr.blogspot.com/2009/05/para-guru-dari-ayahanda-chalid-bermawie.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/766998613085216260/posts/default/4892461878505414670'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/766998613085216260/posts/default/4892461878505414670'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dzikrdzikr.blogspot.com/2009/05/para-guru-dari-ayahanda-chalid-bermawie.html' title='Para Guru dari Ayahanda Chalid Bermawie'/><author><name>Hamdan Arfani</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_oJ-TYEMxhvM/Sk2s7hhd06I/AAAAAAAAAHY/mWHQC9dZIXg/S220/batara.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_oJ-TYEMxhvM/Sg7oqnWbKYI/AAAAAAAAACo/fCje02Ice4k/s72-c/r001-003.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-766998613085216260.post-6722956558436095753</id><published>2009-05-06T22:48:00.001-07:00</published><updated>2009-05-08T21:13:20.398-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tentang Majelis Dzikir'/><title type='text'>Asal Muasal Majelis Dzikir</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Majelis Dzikir (MD) adalah sebuah perkumpulan pengajian tarekat yang merupakan anak dari sebuah organisasi tarekat besar bernama Majlis Ta'lim Mutathohirrin (MTM) yang berpusat di Ciasem, Subang, Jawa Bara (Penulis menyebut MTM sebagai organisasi besar, karena cabang-cabangnya menyebar hampir di seluruh Jakarta plus sebagian Jawa Barat, dengan jumlah jamaah mencapai ribuan orang).  Nama Majelis Dzikir baru diperkenalkan setelah beberapa tahun sejak wafatnya sang guru besar, Imam Aspuri (Mama Imam Aspuri).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah Guru Besar Imam Aspuri wafat, MTM tidak memiliki guru pengganti yang resmi.  Kegiatan pengajian MTM kemudian terpecah dengan dibina oleh murid-murid senior di daerah-daerah, diantaranya di daearah Kemayoran (Jakarta Pusat), Warakas (Jakarta Utara), Pondok Pinang (Jakarta Selatan). Bintara Barat (Bekasi), Bantar Gebang (Bekasi Barat), Depok (Jawa Barat), Bandung (Jawa Barat), dan Ciasem (Jawa Barat).  Beberapa waktu kemudian, jamaah MTM di Warakas, Pondok Pinang, dan Bintara dibina oleh ayahanda Chalid Bermawie. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayahanda Chalid Bermawie menyadari bahwa setiap murid Imam Aspuri yang kini menjadi pembina (guru), masing-masing memiliki ciri khas dalam pembinaannya.  Perbedaan tersebut dapat dikarenakan tidak samanya macam dan tingkat pemahaman, pengalaman spiritual, dan latar belakang kultural sebelum bergabung dengan MTM.  Sebagai tanggung jawab moril, dan untuk menghindari kekacauan informasi tentang pelajaran &lt;span style="font-style: italic;"&gt;kesufian&lt;/span&gt;, maka Ayahanda memberi nama Majelis Dzikir untuk perkumpulan yang dibinanya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/766998613085216260-6722956558436095753?l=dzikrdzikr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dzikrdzikr.blogspot.com/feeds/6722956558436095753/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dzikrdzikr.blogspot.com/2009/05/sejarah-majelis-dzikir.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/766998613085216260/posts/default/6722956558436095753'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/766998613085216260/posts/default/6722956558436095753'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dzikrdzikr.blogspot.com/2009/05/sejarah-majelis-dzikir.html' title='Asal Muasal Majelis Dzikir'/><author><name>Hamdan Arfani</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_oJ-TYEMxhvM/Sk2s7hhd06I/AAAAAAAAAHY/mWHQC9dZIXg/S220/batara.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
